20. Xxx IS (NOT) DEAD (YET)

Semua orang (sudah) tahu *jokes* "*PHP is Dead*". Semua orang (juga) sangat tahu bahwa *PHP* masih terlalu *alive* untuk disebut *dead*. Saking dip...

Semua orang (sudah) tahu jokes "PHP is Dead".
Semua orang (juga) sangat tahu bahwa PHP masih terlalu alive untuk disebut dead.

Saking dipercayanya mitos ‘kematian’ ini, sampai kelas course-nya seolah tak akan laku untuk dijual. Ambil contoh platform e-learning besar di Indonesia: Dicoding Indonesia. Kalau kalian lihat, tak ada satu pun kelas PHP, bahkan Laravel, di dalamnya. Entah kelas PHP dan Laravel terlalu sulit bagi mereka, atau mungkin menurut pertimbangan tim produk di Dicoding, si PHP Laravel ini tak layak jual.

Padahal, web Dicoding sendiri dibangun di atas PHP dan Laravel.
Yup, you heard that right: Platform course yang dibangun dengan PHP tidak menjual PHP di kelasnya.

Tahun 2022 lalu saya sampai protes ke teman saya yang jadi senior engineer di situ, “Dicoding itu dibangun di atas PHP, tapi kenapa enggak ada materi PHP satu pun di Dicoding?” protesku.
“Karena kebutuhan engineering itu ortogonal dengan kebutuhan academy,” jawabnya sambil tertawa.

Saya sebagai fans radikal PHP dan Laravel, terkadang cuma geleng-geleng dengan sebegitu antinya orang dengan PHP. Atau teknologi lain. Atau paradigma lain. Maka mitos-mitos “XXX Is Dead” tak jarang diyakini banyak orang. Mulai level OB hingga CEO, tak jarang berkata sama.

Tapi, ironisnya, di sisi lain, saya pun sempat meyakini hal yang serupa.
Sampai beberapa tahun silam, saya sempat hampir percaya bahwa "Java is Dead". Setidaknya selain di Android, memang masih ada yang pakai Java? Di ekosistem web pula?

Tarik mundur lagi, ketika dulu di tahun 2000-an saya masih belajar Pascal, VB, C++, dan Java, saya sangat percaya bahwa "Cobol is Dead". Setidaknya kami waktu kuliah di ilmu komputer mendengar "Cobol" tak ubahnya seperti relik peninggalan VOC.

Namun, Allah punya cara-Nya untuk menunjukkan seberapa resilience sesuatu.

Tiga tahun silam, unit saya di-merger ke kantor yang sekarang. Di kantor ini saya baru tahu bahwa #Java (ternyata) masih ada. Bahkan tahun berikutnya saya ikut mengerjakan proyek dengan Java Spring untuk rekanan kantor. Lucunya lagi, dua bulan lalu, saya setidaknya di-invite tiga orang HR untuk ikutan apply di job vacancy terkait Java Spring / #Quarkus dengan gaji yang jauh lebih menggiurkan. Sayang, semua lokasinya harus onsite di Jakarta dan juga terkait riba. Jelas saya skip saja.


Hari ini masih banyak "influencer IT" yang ingin “dapat exposure” dengan melontarkan hal-hal serupa: XXX IS DEAD, PHP is Dead, TDD is Dead, Scrum is Dead, Microservice is Dead, dan lain-lain.

Ini yang di dunia IT. Di dunia Muggle-IT tentu ada hal yang serupa.

Ya sudah, biarkan saja, toh mereka mau “jualan” point of view mereka.
Jikalau yang disebut kok ternyata masih bernapas, segar bugar, dan bahkan kekar, tentu itu sudah cukup untuk jadi kabar.

Oh ya, BTW, #Cobol (ternyata) masih hidup di tahun 2025 ini.

Malang, 14 April 2025
#100harinulis #100harimenulis