9. Saya Bangga Menjadi Nyubi

Suatu hari, seorang rekan di LinkedIn *curhat*. Ia ingin jadi *full-stack developer*, tapi merasa *newbie* karena baru belajar *CSS*. Oh ya, dia kulia...

Suatu hari, seorang rekan di LinkedIn curhat. Ia ingin jadi full-stack developer, tapi merasa newbie karena baru belajar CSS. Oh ya, dia kuliah #IT masih semester dua. Mungkin ia merasa “kalah keren” melihat status orang IT di linimasanya. Atau juga merasa "kalah start" dibanding temannya yang lulusan SMK IT, sementara dia lulusan SMA biasa.

Menjadi seorang #newbie terkadang bisa membuat frustrasi.

Saya ingat, beberapa teman kuliah IT saya yang sampai semester tujuh masih kikuk ngoding. Tapi mereka akhirnya bisa juga membuat program, skripsi, dan lulus (tanpa joki!). Beberapa kini berkarier di bidang IT di perusahaan ternama. Setiap orang punya ritme dan jalannya sendiri. Jangan pernah mengukur progresmu dengan sepatu orang lain.

Kita semua memiliki jalan nyubi kita masing-masing.

Istilah #n00b, #nyubi, atau #nubitol berakar dari kata newbie—sebutan untuk pemula di suatu bidang. Banyak orang menganggapnya sebagai label yang memalukan, tapi bagi saya, justru inilah gelar yang saya junjung tinggi.

Saya justru bangga menjadi seorang nyubi.

Beberapa orang yang baru kenal saya mungkin ada yang melihat saya level #senior (sudah tua sih, iya), mastah, suhu, dan lain-lain. Sebaliknya, saya selalu ber-mindset bahwa saya adalah nyubi—dalam banyak hal. Mindset ini yang selalu saya tanamkan, sehingga saya tak pernah sungkan bertanya hal-hal “remeh” dan “receh” di status para “mastah sebenarnya”.

Saya juga tak pernah malu untuk berkata, “Saya belum tahu.”
Menjadi nyubi juga adalah tentang kerendahan hati.

Maka, untuk "memaksa" mindset ke-nyubi-an saya, belakangan saya punya habit untuk wajib belajar hal baru di luar zona nyaman saya.

  • Belajar bahasa asing baru di Duolingo, misalnya.
  • Atau ngoprek salah satu bahasa #pemrograman.
  • Atau sekadar mencoba hal-hal remeh lain.

Seperti contoh yang saya share di sini. Libur panjang empat hari, saya “iseng” belajar menggambar #doodle. Yup, saya yakin Anda bisa tahu sendiri mana gambar contoh dan mana gambar saya yang masih n00b ini.

Di dunia yang serba cepat, kita sering terjebak pada obsesi menjadi ahli instan. Padahal, esensi belajar justru terletak pada proses menjadi pemula. Seperti kata bijak yang saya pegang:

"You can’t be a master in everything. We're always a n00b in something."

Menjadi nyubi bukanlah fase yang harus dilompati, tapi mentalitas yang perlu dirawat. Di sanalah letak growth mindset: keberanian untuk terus membuka diri, meski harus memulai dari nol.

Jadi, jika lain kali ada yang menyebutmu "nyubi", atau kamu merasa dirimu “nyubi”, artinya kamu sedang bertumbuh.

Malang, 11 Mei 2025
#100harinulis #100harimenulis #diaryAnakIT