𝗔𝗡𝗚𝗦𝗟𝗘 𝗕𝗢𝗖𝗢𝗥 𝗔𝗟𝗨𝗦
Sore ini saya beli Angsle. Salah satu jajanan minuman hangat di Malang. Semacam kuah santan manis berisi roti, kacang hijau, ketan, dan aneka isian lainnya. Penjualnya biasa keliling di kompleks perumahan saya. Saya pun mencegatnya di depan rumah sore tadi.
Tapi, tak seperti biasanya, sore itu saya minta bungkus plastik saja. Padahal saya mencegatnya ya pas depan rumah saya. Biasanya saya tinggal masuk ambil mangkok, tapi entah kenapa sore itu saya maales ambil mangkok. Ribet bolak-balik. Ya sudah, toh di saku celana juga sudah ada uang buat bayar.
Biasanya saya beli 3, buat saya, istri, sama anak. Tapi karena tanggal tua, saya mutusin nggak beli tiga. Beli dua saja, buat anak sama istri. Sekalian saya diet -itu rasionalisasinya.
Tangan-tangan cekatannya langsung meracik bahan-bahan angsle. Potongan roti tawar, kacang hijau, ketan putih, petulo, dan mutiara. Disiram kuah santan manis hangat. Tak lama dua bungkus angsle pesanan saya sudah jadi.
Nah, saat dimasukkan ke kresek kecil sama bapaknya, tiba-tiba...
Pluk!
Eits!
Salah satu angsle justru 'mbrusut' jatuh ke jalan.
Semua terjadi begitu cepat. Saya kaget, pak penjual Angsle juga kaget.
Untungnya bukan jatuh sampai pecah berhamburan. Saat diangkat ternyata plastiknya bocor alus. Hanya sedikit kuah yang tumpah.
Sigap beliau membungkuskan saya satu lagi. Yang bocor alus tadi ditaruh di atas gerobak motornya.
Sudah jadi. Kali ini hati-hati sekali beliau memasukkan angslenya ke kresek. Tak ingin kejadian yang sama terulang.
Saya bayar. Dua puluh ribu.
Saat saya mau berbalik masuk, tiba-tiba sebungkus angsle yang bocor alus tadi dimasukkan ke kresek saya.
"Sekalian saja, eman", katanya.
Ah namanya rezeki. Masa ya ditolak.
Jadilah saya masuk membawa tiga bungkus angsle. Dua angsle yang saya beli, dan 1 angsle yang dikasih karena jatuh dan bocor alus tadi.
Sampai di dalam rumah, saya cuci plastiknya, saya buka, alhamdulillah masih bisa dimakan.
Sore itu, pak penjual Angsle dapat 'musibah' kecil. Tapi karena musibah kecil tadi, saya justru yang kecipratan rezeki.
Lalu saya berpikir.
Barangkali memang seperti itu sebagian rezeki didistribusikan.
Musibah bagi seseorang, adakalanya menjadi jalan rezeki bagi orang lain.
Saat ban motormu bocor, itu artinya rezeki pak tambal ban. Saat kamu sakit, itu rezeki bagi pak dokter dan timnya. Saat servermu diserang hacker, rezeki bagi para cybersecurity specialist.
Musibah bagi seseorang, adakalanya menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Dan sore ini,jalan rezeki itu datang kepada saya dalam bentuk sebungkus angsle yang bocor alus.
Untungnya, masih bisa dimakan.
Malang, 23 Juni 2026
#100HariNulis
#100HariMenulis
#DiaryAnakIT