KAGET DUA

Dua warung tutup, dua rezeki baru. Cerita kecil tentang rezeki yang tak terduga.

Hari ini saya kaget. Dua kali.

Dua warung langganan tutup. Saya pun coba warung lain.

"Buk, beli pecel."

"Lauknya apa?"

"Adanya apa?"

"Tempe, tahu, telur."

"Telur saja, Bu."

Saya belum pernah beli pecel di sini. Paling biasanya urap-urap atau bakwan jagung.

"Masnya mau ikan asin?" tanyanya.

Saya mengernyit. Pecel kok dikasih ikan asin?

Tapi ini gratis. Kenapa tidak?

Pas bayar, kaget pertama.

"11 ribu, Mas."

Murah. Nasi pecel plus telur 11 ribu.

Kalau di Ponorogo sih wajar harga segitu, di Malang area saya, ini murah!

Sampai rumah, ternyata ada tambahan tempe dan peyek juga. Enak.

Lanjut,

Bergeser ke warung lain.

Kali ini mau beli lauk.

Dua telur bumbu dan dua tongkol bumbu merah.

Telurnya besar.

Irisan tongkolnya juga besar.

"Berapa, Bu?"

"Lima belas ribu!"

Kaget kedua.

Murah lagi.

See?

Dua warung langganan tutup.

Dua warung "baru" saya temukan.

Harga lebih murah.

Rasa tak kalah enak.

Kalau Allah tidak takdirkan dua langganan saya tutup bersamaan,

Mungkin saya tidak akan bertemu warung ini.

Ah, DIA memang selalu punya "cara" mempertemukan hambaNya

Cara yang tidak akan saya sesali.

Eh sebentar,

Hidup Anda juga begitu, kan?

Kalau Anda tidak ditolak perusahaan incaran Anda,

mungkin Anda tidak akan dapat keberkahan di tempat kerja sekarang.

Kalau Anda tidak ditolak si dia incaranmu,

mungkin Anda tidak akan bahagia dengan pasangan sekarang.

Kalau Anda tidak...

.....

.

.

.

Malang, 4 Juni 2026