Yang sering saya dengar, minat baca rakyat Indonesia rendah. Saya 100% tidak sepakat. Sebab saya ingat bagaimana teman-teman yang jarang terlihat membaca, tiba-tiba bertransaksi "gelap" di bawah kolong-kolong bangku sekolah. Bertukar novel-novel Mira W, atau Chicken Soup. Demikian juga beberapa komik dan novel 'trending' lainnya. Bahkan Kahlil Gibran pun juga ada.
Saya juga masih ingat, beberapa anak laki-laki yang tak suka roman, saya temukan begitu asyik di perpustakaan. Tidak, bukan membaca buku, karena perpustakaan kami hanya berisi buku-buku tua dengan teks-teks aneh tak menarik. Tidak! mereka semua berebut... koran! Utamanya Halaman Olahraga. Bahkan sekolah sampai langganan Tabloid Bola.
Saat kuliah, polanya sama saja. Beberapa teman yang awalnya tampak tidak 'doyan' buku, jarang ke perpustakaan kampus yang... "membosankan" itu, tiba-tiba sumringah saat diajak teman ke Perpustakaan Kota Malang, Dengan buku-buku yang jauh lebih beragam, jauh lebih menarik.
Karena itulah saya percaya kita semua sebenarnya suka membaca. Hanya saja, kita jarang bertemu bacaan yang tepat. Bacaan yang kita suka. Bacaan yang kita nikmati.
Saya sendiri lebih suka membaca daripada menonton video course. Saya juga lebih suka belajar melalui cerita daripada membaca buku-buku teks yang tebal, asing, bikin pusing, dan membosankan itu.
Maka ketika saya ingin membagikan pengalaman saya tentang dunia Software Engineering, saya sempat berpikir untuk membuat video YouTube. Tapi rasanya sudah terlalu banyak. Dan mungkin orang akan bosan melihat saya yapping di depan kamera.
Saya juga sempat terpikir menuliskannya sebagai artikel teknis. Atau dokumentasi panjang di GitHub. Tapi saya tahu Anda-Anda akan sangat malas membacanya.
Jadi ya sudah. Saya tulis saja dalam bentuk cerita. Karena babnya sudah 17, saya juga bingung ini masih buku atau sudah novel.
Mungkin istilahnya edutech novel. Atau techdu novel.
Atau apa pun namanya. Ah, peduli amat soal istilah.
Kalau pernah membaca "One Minute Manager" atau "Who Moved My Cheese", mungkin pendekatannya agak mirip ke sana.
Bedanya, ini tentang belajar menjadi software engineer.
Tentang hal-hal yang tidak diajarkan kampus IT. Tentang dunia kerja yang sering kali jauh lebih rumit daripada tugas kuliah. Tentang kesalahan, kebingungan, senior, mentor, deadline, ego, komunikasi, dan banyak hal lain yang biasanya baru dipahami setelah bertahun-tahun bekerja.
Yang jelas, ini proyek pribadi saya. Sebuah cara untuk membagikan hal-hal yang saya pelajari selama hampir dua dekade berada di dunia ini.
Agar 19 tahun pengalaman itu tidak berhenti di kepala saya sendiri.
Dan semoga bisa memperpendek jalan beberapa orang yang sedang belajar.
Tunggu tanggal mainnya.
Malang, 22 Juni 2026
#100HariNulis #100HariMenulis #DiaryAnakIT